Kamis, 17 Januari 2019

Duka karena Rindu

Dibalik kukumu yang terawat bermotif
kupu-kupu menari menghiasi jarimu
dan mereka tunduk diwajahmu,
tempat setiap rindu menggumpal.
Pada sujud-ku, kamu menjadi bahan buat dibicarakan,

Kunikmati sayatannya, lukanya
Menggigit bibirku hingga memar
Kamu adalah gumpalan frasaku
Yang berberbentuk, hingga
Pada malam, kututurkan untuk pagi
Untuk mengisi siang-ku.

Kamu masih terus meremas kuku-mu
Menahan suaramu untuk bersikap manis padaku
di hadapanku kamu tumpah-ruahkan dirimu
hingga bahkan langit sudah tahu

kalau sujud-ku tak sebersih kuku-mu, wanitaku.


(Azist Haryono)
Jakarta, 14 Oktober 2018

1 komentar:

MUSIM YANG TERTINGGAL DIMATA-MU  (Azist Haryono) Angin tak lagi meraung, ia hanya parau, Menyampaikan salam perpisahan dari musim dingin yan...