Mengunyah
Hoaks a la Sofisme
(Azist
Haryono)
Pengantar
![]() |
| Foto di Parma |
Berita merupakan suatu
gagasan yang bersumber dari suatu peristiwa konkret dan dapat digali
berdasarkan kebenaran. Ada begitu banyak kekayaan yang dimiliki dalam sebuah
informasi yang memberikan argumen yang logis. Hal itu dimungkinkan karena suatu
berita (news) yang termuat di media sosial mengandaikan dan
mendefinisikan kebenaran sebuah informasi. Akan tetapi, informasi yang termuat
dalam media sosial terkadang menjadi ajang untuk memberi “virus” dari sebuah
berita palsu, berita ngalor-ngidul, yang tidak jelas sumber, isi, dan
kebenarannya, atau yang sering disebut sebagai hoaks.
Untuk lebih mempererat
bagaimana informasi, khususnya hoaks, beredar di masyarakat
luas, saya akan menelaahnya melalui karya kaum Sofis tentang suatu cara
berargumentasi yang berpijak pada suatu penampakan belaka, namun bukan pada
kebenaran dari suatu realitas yang ada. Dalam dan melalui tulisan ini, saya
bertujuan mengajukan dan mengkaitkannya dengan suatu gagasan tentang hoaks dengan
tujuan memahami apa itu hoaks, hoaks dalam kaca mata Sofisme,
serta menelaah isi sebuah hoaks dengan menata suatu kebenaran dari
informasinya.
