Di tepian jalan, kelopak bunga mulai terjaga,
Menebar wangi semi yang merayu dunia,
Namun aromanya tak kunjung menyentuh relung sukmaku.
Meski kau berdiri di hadapanku dengan senyum paling fana,
Menatapku dengan binar hangat yang sanggup melelehkan salju,
Hatiku masih menjadi tawanan beku yang membisu.
Di hadapan cintamu yang mekar dengan anggun namun rapuh,
Aku goyah, tertatih dalam pilu yang tak berani menaruh harap padamu.
Mencintaiku dengan ketulusan yang tak mampu kupikul.
Kini, biarlah semua ini memudar, melenyap seperti embun dalam mimpi.

💛




