Minggu, 25 September 2022

PEMUDA DAN DOANYA

Tuhan, mungkin saja sebutanku hampa

Dari sekian keraguanku saat ini.

Ingatlah aku,

aku mencintaimu di atas tumpukkan uang di sakuku

aku melihatmu ditengah hiruk pikuk perasaanku

aku mengamatimu pada setiap tepi restoran

dan aku,

aku merasakanmu di ujung tangisanku.

Lalu,

mungkin saja aku masih berkata

Tuhan aku masih mencintaimu

itu hanyalah kidungku di setiap kali aku lapar,

lapar dengan diriku sendiri. 


Parma, settembre 2022

Azist Haryono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MUSIM YANG TERTINGGAL DIMATA-MU  (Azist Haryono) Angin tak lagi meraung, ia hanya parau, Menyampaikan salam perpisahan dari musim dingin yan...