Jumat, 22 April 2022

"BESTIE & LILINNYA"

*bestfriend*

Layaknya lilin di ujung malam

cahayanya menyiram meredup kegelapan

 lalu, AKu pernah “disini”, tetap “disini”

hingga, Mungkin butuh waktu berdua

“Telingaku belum redup padamu

Bahkan hingga untuk bertahan hidup”

Begitu ceritamu padaku.

Namun, Tidak ada yang percaya, tapi aku percaya.

Meski belum ada yang mendengarmu, tapi aku mendengarkanmu

Suaramu parau, terdengar jelas

Pada dinding hijau kamarmu

“Aku tidak melihatnya”, katamu

Dan aku masih melihatmu

malam semakin sepi untuk menyanyikan ceritamu

dinding kamarku seketika diam, 

setelah kian jatuh pada pikiranmu

tanganmu memangku dagumu, menatap;

lalu katamu: “bukan karena Jarak

memang bukan haknya untuk diucapkan.” 

rasa Bestie-mu, sembari tersenyum.


AZist Haryono

 Parma, 23 Aprile 2022

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MUSIM YANG TERTINGGAL DIMATA-MU  (Azist Haryono) Angin tak lagi meraung, ia hanya parau, Menyampaikan salam perpisahan dari musim dingin yan...