Kamis, 21 Mei 2020

Setia-Mu Tuhan

Religione Fede Pregare - Foto gratis su PixabaySetia-Mu Tuhan
(Azist Haryono)

Kau begitu baik Tuhan,
Kau menemani gelap-ku.
aku begitu terharu pada-Mu
membelai, menghiburku pada gelap
bahkan bayanganku pun  hilang,
meninggalkanku dalam gelapku
Kau tetap tulus menemaniku.

Jumat, 15 Mei 2020

Mengunyah Hoaks a la Sofisme


Mengunyah Hoaks a la Sofisme
(Azist Haryono)
Pengantar
Foto di Parma
Berita merupakan suatu gagasan yang bersumber dari suatu peristiwa konkret dan dapat digali berdasarkan kebenaran. Ada begitu banyak kekayaan yang dimiliki dalam sebuah informasi yang memberikan argumen yang logis. Hal itu dimungkinkan karena suatu berita (news) yang termuat di media sosial mengandaikan dan mendefinisikan kebenaran sebuah informasi. Akan tetapi, informasi yang termuat dalam media sosial terkadang menjadi ajang untuk memberi “virus” dari sebuah berita palsu, berita ngalor-ngidul, yang tidak jelas sumber, isi, dan kebenarannya, atau yang sering disebut sebagai hoaks.
Untuk lebih mempererat bagaimana informasi, khususnya hoaks, beredar di masyarakat luas, saya akan menelaahnya melalui karya kaum Sofis tentang suatu cara berargumentasi yang berpijak pada suatu penampakan belaka, namun bukan pada kebenaran dari suatu realitas yang ada. Dalam dan melalui tulisan ini, saya bertujuan mengajukan dan mengkaitkannya dengan suatu gagasan tentang hoaks dengan tujuan memahami apa itu hoaks, hoaks dalam kaca mata Sofisme, serta menelaah isi sebuah hoaks dengan menata suatu kebenaran dari informasinya.

Kamis, 14 Mei 2020

Seni dan Sensasi Rebahan


Pin on Drawing
Seni dan Sensasi Rebahan
      (Azist Haryono)

Mulailah mereka bicara
membahas tentang tubuh
yang singgah mengundang gairah. 
Pada baunya mereka mencium
penuh aroma yang nyesak
membusuk penuh sensasi.

Ia merasakan bau napasnya
bau keringatnya,
Yang terus bersetubuh di atas selimut,
lalu merayunya hingga terlelap.
Jarinya lihai meraba,
meremas sekujur tubuh pada selimut,
pada bantal
yang padanya sejenak tenang, untuk rebah.
Lalu pulas, penuh gelisah. 

Rabu, 13 Mei 2020

B11 Munch -Ochtend 1884 | Lambo blogt

Mengantuk pada Malam
 (Azist Haryono)


Hayati-ku, kasurku lusuh, kusut dan usang.
Aku sangat susah untuk tidur
ketika malam begitu antusias bermesraan denganku
Namun, mataku takut untuk tidur.
Rasa kantukku sudah datang,
Dan aku masih saja susah tidur.
Rebahanku sudah bergelimang
Hingga bantal membusuk, mencaci-maki padaku
Aku bangun, lalu menghina malam
Mencabik-cabik,
 Mengutuk, “megapa ada malam”?
Hayati-ku, pada malam-ku, aku pernah rusuh,
Dan pada-mu mungkin aku akan bangun
Untuk tidur.

Selasa, 12 Mei 2020

Seni Mengecup


Physical Distancing Bikin Kamu Kangen Pacar? Yuk, Atasi dengan ...
Seni Mengecup
(Azist Haryono)

Pada kecupan-mu
Kau meninggalkan setetes pilu
Tempatku menaruh sendu
Dan kau terus memintanya lagi
Untuk diulang kembali
Dengan rasa yang sama
Pada kecupan-ku.

Parma, 05 Maggio 2020
Alasan Kenapa Diputusin Itu Lebih Baik Daripada Mutusin Pacar
Terlukalah Rinduku
       (Azist Haryono)

Kepada malam,
rindu tak pantas dibentang
karena ia datang hanya singgah
lalu, pamit menyisakan luka
itu amat perih sebenarnya.

Parma, 05 Maggio 2020

BERCANDAKAH CINTA?

Pencil Drawing "Alone" by Gomerriffic | Drawings, Art, Pencil drawings
BERCANDAKAH CINTA?
(Azist Haryono)
Hayati-ku, kataku padamu
Kamu mau memilih yang mana
Sendiri lalu sepi
Ataukah
Berdua lalu terluka?
Kamu sabar, terus kamu tersakiti
Kamu setia, terus kamu kecewa
Semua punya batasnya,
Punya masanya.
Hayati-ku, cinta memang sebercanda itu
Kataku padamu.

Minggu, 10 Mei 2020

Suara Seorang Gadis


Suara Seorang Gadis 
(Azist Haryono)
Ini Aplikasi yang Bikin Pengguna Smartphone Sengsara, Apa Saja ...

Barangkali tidak ada yang tahu
Kalau kau pandai menyanyi dan mendesah, gaduh rasanya
Lalu aku membaca namamu penuh insyaf
kau begitu cekatan berkata rindu
pandai menghayal
Bekas bibirmu masih tercatat disapu tanganku
Entah apa yang diisi
Ada juga bekas kecupan yang masih tertidur
Lalu mataku tercetak di dadamu.


SUARAKU YANG TERTIDUR
     ( Azist Haryono)

Aku pengen tidur
Tapi mataku enggan memejam 
aku mengkhayal, tapi sayang
Hayalanku menolak berpijak

Rasa kantukku mulai melemah
Mengelus rasa tubuhku yang panas
Kulit-kulitku tersiram keringat
Membanjiri sarung dan bantalku

Akh… aku memelas dan termangu

Aku terus menunggu kantukku
Hingga aku terlelap dan tertidur
Namun, kantukku belum juga menghampiriku
Makin lama aku menunggu, makin risaulah diriku

Aku melemas dan menderita menantinya
Kantukku pun belum kunjung datang.

Andai Aku Cat Bunga

 Azist Haryono


Dibalik kukumu yang terawat

Bercat dan motif bunga, kupu-kupu

jarimu lihai  dan gemulai

runtuh dan tunduk diwajahmu

Adap rindu yang masih menggumpal

Sembari menampilkan bayanganmu masa silam

Menikmati sayatannya, lukanya

Desahanmu jadi goresan yang menyakitkan

Andai keadaanmu terbentuk menjadi sarang rindu

Sejarah tetap mencatat bahwa pekerjaan rutinitasku adalah merindukanmu

Yang ingin menyibukan diri dengan merindukanmu

Ngambekmu sudah jelas menjadi tradisi

Lalu tangislah engkau diakhir Desember

Lihatlah, dunia sedang bersikap manis padamu

Yang menjadi keheningan dan keindahan

Yang tumpah-ruah dihadapanmu.

Aku sudah tau, hingga bahkan langit sudah jatuh cinta pada rutinitasku ini.


Jakarta, 14 Oktober 2018

MUSIM YANG TERTINGGAL DIMATA-MU  (Azist Haryono) Angin tak lagi meraung, ia hanya parau, Menyampaikan salam perpisahan dari musim dingin yan...